Jasa dan Kualitas Pelayanan
2. Kualitas
Pelayanan
Pengertian pelayanan secara umum adalah
suatu usaha untuk membantu menyiapkan dan
mengurus apa yang diperlukan oleh orang lain (Kamus Besar
Bahasa Indonesia). Dengan pengertian
tersebut tersirat adanya aktivitas individu
untuk melakukan sesuatu atas dasar kebutuhan orang lain.
Kualitas pelayanan (service quality) terjadi karena adanya perbandingan dua faktor
utama yaitu persepsi pelanggan atas pelayanan yang nyata mereka terima (perceived service) dengan pelayanan yang
sesungguhnya diharapkan (expected service).
Jika kenyataan lebih dari yang diharapkan, maka pelayanan dapat dinilai
bermutu, sedangkan jika kenyataan kurang dari yang diharapkan, maka pelayanan
dinilai tidak bermutu, dan apabila kenyataan sama dengan harapan konsumen
(wisatawan), maka pelayanan dinilai memuaskan, sehingga kualitas pelayanan
merupakan seberapa jauh perbedaan antara kenyataan dan harapan pelanggan atas
pelayanan yang mereka terima (Parasuraman dalam Lupiyoadi, 2001: 148).
Parasuraman (Lupiyoadi, 2001: 148) memberikan lima
dimensi kualitas pelayanan yang terdiri dari:
1. Tangibles (bukti fisik), yaitu kemampuan suatu perusahaan dalam
menunjukkan eksistensinya kepada pihak luar, yang berupa keadaan sarana dan
prasarana fisik perusahaan sebagai bukti nyata dari pelayanan yang diberikan,
seperti gedung, peralatan komunikasi, teknologi modern, bentuk promosi,
penampilan karyawan dan lain-lain.
2. Reliability, (keandalan) yaitu kemampuan perusahaan untuk
memberikan pelayanan sesuai yang dijanjikan secara akurat dan terpercaya.
Kinerja harus sesuai dengan harapan pelanggan, sepert ketepatan waktu,
perlakuan pelayanan yang sama kepada seluruh pelanggan, sikap yang simpatik dan
lain-lain.
3. Responsivenes (tanggap), yaitu suatu kemampuan untuk membantu dan
memberikan pelayanan yang cepat (responsif)
dan tepat kepada pelanggan dengan memberikan informasi yang jelas. Membiarkan
konsumen menunggu tanpa adanya suatu alasan yang jelas akan menyebabkan
persepsi yang negatif.
4. Assurance (jaminan/ kepastian), yaitu pengetahuan, kesopanan
dan kemampuan
para karyawan untuk menumbuhkan kepercayaan konsumen dengan adanya komunikasi,
kredibilitas, keamanan, kompetensi dan sopan santun.
5. Empathy, yaitu memberikan perhatian yang tulus kepada pelanggan
dengan memahami keinginan dan kebutuhannya. (Alf)
Leo_____________________________________
Pustaka:
Kotler,
P. 1997. Marketing Manajemen. Ninth
Edition. New Jersey: Prentice Hall, Inc.
Leofaragusta,
A. 2003. Analisis Pengaruh Kualitas
Pelayanan dan Kepuasan Wisatawan Terhadap Minat Berkunjung. Karya Tulis.
Yogyakarta.
Lupiyoadi,
R. 2001. Manajemen Pemasaran Jasa: Teori
dan Praktik. Jakarta: Salemba Empat.
Parasuraman,
A., V. Zaitaml,. L. Berry. 1988. SERVQUAL: A Multiple Item Scale for Measuring
Consumer Perceptions of Service Quality.
Journal of Retailing, 64: 12-40.

